Minggu, 29 Maret 2015

Menjamurnya spirutualisme

“Likulli maqomin maqolun walikulli maqolun maqomin”
disetiap tingkatan ada bahasa dan disetiap bahasa ada tingkatan  (risalatul maymuniyah)

Dewasa ini banyaknya kawula muda khususnya dalam dunia akademis yang menggandrungi spiritualisme hal ini di tandai dengan maraknya kajian ataupun kegiatan kegiatan keagamaan yang mulai marak dan masuk kedalam kampus.spiritualisme dalam artian jalan untuk menuju Tuhan untuk menuju sang pencipta manusia ,sebagai sebuah ilmu yang bersifat esoteris ada berbagai macam tingkatan tingkatan atau maqom yang berbeda di setiap pelaku spiritualisme.
Penulis sendiri sehari hari berkumpul bergaul bahkan berdiskusi dengan pelaku spiritualisme zikir,wirid dan suluk menjadi makanan mereka dalam berhari -hari namun tidak jarang pula kita menemukan sebuah “penyimpangan spiritualitas” akibat dari “laku” yang banyak menimbulkan kegoncangan jiwa,bahkan ada pula yang menimbulkan depresi berat .
Sayangnya hal semacam ini dianggap biasa bagi mereka yang menggandrungi  esoterisme bahkan hal seperti ini dianggap sebagai berhasilnya praktek spiritual mereka.Saya pernah berdiskusi dengan salah seoarang pelaku spritualisme yang pada akhirnya berkesimpulan bahwa unttuk berbicara apa itu spiritualisme kita tak bisa dan tak cukup dengan kata kata mau tidak mau kita  harus menyelami nya kemudian dia beranalogi dengan sebuah kopi bahwa kita tak akan tau rasanya kopi kalau anda tak mencobanya.yah memang sampai disini saya sepakat bahwa untuk mengetahui suatu rasa kita tidak bisa kata orang,namun akan menjadi sebuah mekanisme pengambilan kesimpulan yang salah apabila diktum ini disama ratakan(gebyarologi) dengan perkara yang lainya.
Sungguh  akan salah fatal jika kita menyimpan diktum itu dalam hati kita dan tanpa pandang bulu dimana pun dan kapanpun ia bisa di gunakan tau ketika kita berucap kita tak akan tau rasanya kopi kalau anda tak mencobanya itu sama saja dengan mengatakan  dari mana nabi tau dasyatnya siksa kubur bukankah nabi sendiri belum pernah merasakan siksa kubur ? betapa banyaknya ajaran agama ini yg tidak boleh di sampaikan.

Maka benarlah ungkapan syaikh shohibul kitab risalatul maymuniyah hafidohulloh maka tempatkanlah sesuatu sesuai dengan tempatnya.(may)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar